Dalam upaya menumbuhkan semangat membaca di kalangan siswa, SD Muhammadiyah 24 Gajahan menggelar program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) secara rutin setiap pekan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai bidang ilmu.
Setiap pekan, siswa diberi kesempatan untuk memilih buku sesuai minatnya, mulai dari buku cerita anak, ensiklopedia, hingga buku sains populer. Kegiatan membaca dilaksanakan di pojok baca yang nyaman dan menarik, lengkap dengan rak buku berwarna cerah serta dekorasi yang dibuat oleh siswa sendiri. Hal ini menambah semangat anak-anak untuk berlama-lama membaca.
Guru-guru turut terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka berperan sebagai pendamping, membantu siswa memahami isi bacaan, dan mengajak mereka untuk berdiskusi tentang hal-hal menarik yang ditemukan dari buku. Dengan pendekatan yang menyenangkan, kegiatan ini juga melatih kemampuan berbicara dan menulis siswa.
Selain itu, setiap bulan sekolah mengadakan Hari Literasi Spesial di mana beberapa siswa terpilih diberi kesempatan untuk menceritakan kembali isi buku di depan teman-temannya. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan terhadap buku, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri siswa saat tampil berbicara di depan umum.
Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan menyampaikan bahwa budaya literasi merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. “Kami ingin siswa kami tidak hanya pandai membaca teks, tapi juga mampu memahami maknanya dan mengambil nilai positif di dalamnya,” ujarnya.
Sekolah juga berencana menambah koleksi buku bacaan dengan tema-tema inspiratif dan edukatif. Selain itu, pihak sekolah akan bekerja sama dengan perpustakaan daerah untuk mengadakan Literacy Day dan mendatangkan penulis anak-anak sebagai motivator membaca.
Melalui program literasi ini, SD Muhammadiyah 24 Gajahan berharap dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan memiliki empati sosial tinggi. Budaya membaca bukan sekadar kegiatan, tetapi menjadi gaya hidup positif di lingkungan sekolah.
